Thursday, October 01, 2015

BALADA SI TANGAN KANAN

tangan kanan? apa itu?
ya tangan kanan adalah si orang kepercayaan
apa hari-harinya menyenangkan? apa yang mereka rasakan?

kali ini gua bakal ngebahas tentang " Balada seorang Tangan Kanan"
cerita ini berdasarkan kisah nyata dari seseorang yang menjadi seorang karyawan yang menjadi kepercayaan disebuah perusahaan. 

awal mulanya dia fikir menjadi seorang tangan kanan adalah sesuatu yang patut kita banggakan, memang dia bersyukur atas apa yang telah dia capai. Menjadi seseorang yang dipercaya oleh atasan bukanlah sesuatu yang mudah, bahkan mungkin banyak orang yang ingin mendapatkan posisi itu, namun tahukah kalian apa yang mereka rasakan sesungguhnya?

senang, bangga itu sudah pasti tapi pernahkan mereka (atasan) berfikir tentang bagaimana rasanya terkekang oleh rasa kepercayaan yang mereka berikan? mungkin ini bukan perasaan yang dirasakan oleh seorang kepercayaan saja tapi mungkin perasaan ini memang timbul dari mereka yang menjadi seorang kepercayaan dimanapun itu.

perasaan ingin bebas, ingin jauh dari perasaan " ga enakan atas apa yang seharusnya kita ambil untuk menjadi hak kita". Gua adalah salah satu dari mereka, belakang ini tepatnya beberapa bulan ini gua berfikir tentang arti dari sebuah orang kepercayaan. Kalian tau? gua hanya mau sharing aja tentang yang gua rasain, mungkin dia (atasan) fikir dia udah ngasih gua banyak benefit untuk gua karna gua kerja di perusahaannya, ya gua memang di sekolahkan (dia turut membantu biaya kuliah gua walau ga full per semesternya) dia juga mengirim gua untuk mengikuti sebuah pelatihan, tapi setelah gua pikir berulang ulang kali dan setelah gua mendapat ceramahan dari cowo gua, gua berfikir dan menyadari " ya, memang apa yang gua dapatkan ga sesuai dengan apa yang gua berikan untuk perusahaan ini".

Jujur salary yang gua dapet disini tergolong kecil dan gua ga dapet tunjangan apapun, pertamanya gua ngerasa gua sangat beruntung kerja di tempat ini dengan gua diberikan pelatihan cuma-cuma + uang jajan gua selama pelatihan tapi bukankah itu memang kewajiban sebuah perusahaan untuk mendidik karyawannya agar menjadi lebih baik? lalu gua juga dibantu dalam biaya kuliah gua ya walau hanya 30% nya dari persemester yang mesti gua bayar tapi jujur aja dengan salary yang gua dapat perbulannya dan dengan uang yang ga sedikit yang harus gua keluarkan juga perbulannya untuk tiap bulannya karna gua mesti bayar kuliah gua, dan imbasnya hanya dalam hitungan hari yang ga lebih dari seminggu uang itu pun habis.

beberapa hari yang lalu setelah gua berjuang apply sana sini buat dapetin kerjaan baru ya finally gua dapet kerjaan sesuai dengan apa yang gua mau dan cocok dengan jadwal kuliah gua dan dengan upah yang pantas gua terima. Okey besoknya gua langsung mengajukan surat pengunduran diri gua ke atasan gua, dan yang terjadi adalah "dia cuma ngebuka amplopnya dan GA membaca isi suratnya" yang paling parah dia langsung bilang "TIDAK". Jujur gua sedih dan entah kenapa gua langsung nangis di depan atasan gua waktu itu.

sejujurnya yang bikin gua sedih adalah karena gua bener-bener udah ga betah dengan apa yang ada di perusahaan ini, tapi gua tetep harus bertahan disini karna ada beberapa hal yang gua pertimbangankan termasuk kenaikan salarynya (walaupun sebenernya masih kurang), tapi alesan lainny ayang bikin gua susah buat hengkang dari perusahaan ini, atasan gua terlanjur mercayain semua asetnya ke gua dan mungkn ada ketakutan yang dirasain atasan gua ketika gua pergi dari perusahaan ini.

jadi intinya gua tetep harus bertahan disini dan sabar dengan segala keruwetan yang gua punya. So, buat kalian yang mikir kalau jadi tangan kanan sebuah perusahaan itu sesuatu yang keren, mungkin kalian harus berfikir ulang dengan apa yang kalian lakuin untuk mereka dan apa yang kalian dapet, sukur kalau yang kalian dapet setimpal atau bahkan lebih, lah kalau yang kalian dapet kaya gua??? THINK AGAIN